PENERIMAAN

Informasi analisa besaran penerimaan negara berdasarkan laporan EITI (Extractive Industries Transparency Initiative)

KEPATUHAN PELAPORAN OLEH PERUSAHAAN KE EITI

KEPATUHAN PELAPORAN OLEH PERUSAHAAN KE EITI

Sumber ilustrasi: innovas.co.uk

Sejak implementasinya di tahun 2010, Extractive Industry Transparency Initiative (EITI) di Indonesia, terus mengalami perkembangan. Laporan EITI yang antara lain berisi rekonsiliasi antara besaran dan jenis pembayaran oleh perusahaan ekstraktif dengan besaran dan nilai yang diterima oleh pemerintah.

Gambar: Jumlah Perusahaan yang tidak melapor EITI

 

Laporan EITI 2009

Terkait perusahaan pelapor, tahun 2009, sebanyak 18 perusahaan mineral dan 54 perusahaan Batubara, berdasarkan mekanisme penentuan perusahaan pelapor dari tim pelaksana EITI Indonesia, diminta untuk mengisi formulir pelaporan dan menyerahkannya kepada tim pelaksana EITI Indonesia. Terdapat 3 perusahaan yang tidak melapor, yaitu: CV Donna Kebara Jaya, CV Makmur Jaya, dan PT Transisi Energi Satunama. Ketiga perusahaan ini tidak dapat dihubungi oleh rekonsiliator.  Sehingga hanya mengandalkan informasi yang berasal dari ESDM terkait dengan royalti yang dibayarkan oleh ketiga perusahaan tersebut.

Perusahaan minerba yang tidak menyampaikan laporan untuk rekonsiliasi tahun 2009. 

Selain perusahaan yang tidak melapor, di tahun 2009 terdapat beberapa perusahaan yang tidak melengkapi laporannya. Pelaporan yang tidak lengkap ini beragam, terdiri dari beberapa kategori. Kategori C, D, E, dan F. 

Keterangan:

Kategori  C : entitas ini tidak memberikan lembar otorisasi untuk membuka data pajak kepada DJP untuk kepentingan EITI tahun 2009.

Kategori  D : Entitas ini tidak memberikan lembar otorisasi dengan data yang tepat untuk membuka data pajak penghasilan badan kepada DJP untuk kepentingan EITI tahun 2009. 

Kategori  E : Entitas ini tidak memberikan lembar otorisasi dengan data NPWP/NOP yang tepat untuk membuka data pajak bumi dan bangunan kepada DJP untuk kepentingan EITI tahun 2009. 

Kategori  F : Perusahaan ini telah memberikan lembar otorisasi kepada Sekretariat EITI, namun DJP belum menerima lembar otorisasi tersebut dari Sekretariat EITI.  

Daftar perusahaan yang laporannya tidak lengkap menurut kategori di tahun 2009

Daftar perusahaan yang laporannya tidak lengkap menurut   kategori di tahun 2009

Laporan EITI tahun 2010 dan 2011

Di tahun 2010 dan 2011, terdapat 83 perusahaan minerba yang melapor, terdiri dari 20 perusahaan mineral dan 63 perusahaan batubara. Jumlah perusahaan ini ditetapkan berdasarkan besaran royalti yang dibayarkan oleh perusahaan minerba dimana sebelumnya ditetapkan IDR 5 miliar menjadi IDR 25 miliar atau lebih.

Kontribusi royalti dari perusahaan minerba yang tidak menyampaikan laporan untuk rekonsiliasi tahun 2010. 

Gambar: Kontribusi royalti dari perusahaan minerba yang tidak menyampaikan laporan untuk rekonsiliasi tahun 2010

Kontribusi royalti dari perusahaan minerba yang tidak menyampaikan laporan untuk rekonsiliasi tahun 2011. 

Gambar: Kontribusi royalti dari perusahaan minerba yang tidak   menyampaikan laporan untuk rekonsiliasi tahun 2011

Di tahun 2010,  satu perusahaan yang tidak melapor, sedangkan di tahun 2011, ada 9 perusahaan yang tidak melapor. Perusahaan ini tidak memberikan laporan sampai batas waktu (cut off) yang ditentukan. [Asri Nuraeni]