PENERIMAAN

Informasi analisa besaran penerimaan negara berdasarkan laporan EITI (Extractive Industries Transparency Initiative)

Alur Proses Pelaporan dan Rekonsiliasi Laporan EITI Indonesia

Alur Proses Pelaporan dan Rekonsiliasi Laporan EITI Indonesia

Apa itu EITI? 

EITI merupakan singkatan dari Extractive Industries Transparency Initiative, sebuah standar yang disepakati secara internasional untuk mendorong transparansi industri ekstraktif, khususnya pertambangan mineral, batubara, minyak dan gas bumi.

Apa yang ditransparansikan dalam EITI?

Secara umum, segala sesuatu mulai dari perijininan hingga bagaimana perusahaan beroperasi. Sebagai contoh, salah satunya berkaitan dengan transparansi pembayaran yang dilakukan oleh perusahaan dan pendapatan yang diterima oleh pemerintah dalam industri ekstraktif. Pembayaran dan pendapatan tersebut direkonsiliasi oleh sebuah administrator yang kredibel dan independen dalam menerapkan standar pengauditan internasional.

Apa saja tahapan dalam EITI?

Pelaksanaan EITI di Indonesia melalui beberapa tahap, antara lain:

  1. Tahap pra pelaporan, meliputi; penetapan cakupan informasi / data dalam format laporan perusahaan / pemerintah, akses sumber informasi / data, list / daftar perusahaan dan pemerintah wajib lapor, sosialisasi format laporan, penetapan mekanisme dan jadwal pelaporan, serta penetapan rekonsiliator
  2. Tahap pelaporan, meliputi; pelaksanaan jadwal dan mekanisme pelaporan
  3. Tahap rekonsiliasi laporan, meliputi; pelaksanaan mekanisme rekonsiliasi dan serta pengembangan hasil rekonsiliasi 
  4. Tahap pasca rekonsiliasi, meliputi; publikasi dan sosialisasi hasil rekonsiliasi, akses publik terhadap hasil rekonsiliasi, serta rekomendasi atau tindak lanjut atas hasil rekonsiliasi

Lalu bagaimana format laporan EITI ditetapkan?

Format laporan merupakan sebuah template form yang berisi mengenai informasi apa saja yang harus diisi oleh perusahaan atau pemerintah. Sejauh mana informasi yang terdapat dalam template tersebut ditentukan dan diputuskan oleh Tim Pelaksana. Format laporan harus diisi dan dilaporkan oleh perusahaan maupun pemerintah kepada Tim Pelaksana (tim pelaksana EITI yang terdiri dari unsur pemerintah, perusahaan maupun masyarakat sipil) untuk di rekonsiliasi oleh rekonsiliator / administrator independen. Setelah laporan dari kedua pihak (perusahaan dan pemerintah) diterima, laporan tersebut kemudian direkonsiliasi oleh administrator independen dan hasilnya wajib dipublikasikan dan disosialisasikan kepada publik. Dan jika administrator independen menemukan perbedaan-perbedaan / diskrepansi dalam proses rekonsiliasi tersebut, maka diskrepansi harus dipublikasikan.

Secara singkat, berikut diagram alur proses pelaporan dan rekonsiliasi laporan EITI.

Gambar: Alur Proses Pelaporan dan Rekonsiliasi Laporan EITI Indonesia

[Dewi Andini]