PENERIMAAN

Informasi analisa besaran penerimaan negara berdasarkan laporan EITI (Extractive Industries Transparency Initiative)

10 Besar Perusahaan Minerba dengan Royalti Terbesar di Laporan EITI 2010 & 2011

10 Besar Perusahaan Minerba dengan Royalti Terbesar di Laporan EITI 2010 & 2011

Sumber ilustrasi: mongabay.co.id 

Berdasarkan data Laporan EITI 2010, PT Freeport Indonesia menjadi pembayar royalti terbesar di antara 83 perusahaan minerba yang melapor. Total royalti yang dibayarkan Freeport sebesar Rp 1,67 triliun di 2010 atau sekitar 24% dari jumlah royalti 10 perusahaan terbesar yakni sebesar Rp 6,85 triliun.

Tabel 1. 10 Perusahaan Minerba dengan Royalti Terbesar di 2010

Gambar 1. Komposisi Pembayar Royalti di Indonesia 2010

Peringkat kedua diduduki oleh perusahaan batubara terbesar yang dimiliki group PT Bumi Resources Tbk, yaitu PT Kaltim Prima Coal yang membayar royalti sebanyak Rp 1,45 triliun atau 21% dari jumlah royalti 10 perusahaan terbesar. Sedangkan tempat ketiga dimiliki oleh PT Adaro Indonesia yang merupakan perusahaan batubara kedua terbesar di Indonesia. Adaro membayar sebesar Rp 898,51 miliar untuk royalty atau sekitar 13% dari total royalty 10 perusahaan terbesar.  

Tabel 2. 10 Perusahaan dengan Royalti Terbesar di 2011

Berdasarkan data Laporan EITI 2011 menunjukan PT Freeport Indonesia menjadi pembayar royalti terbesar di antara 53 perusahaan minerba yang melapor. Total royalti yang dibayarkan Freeport sebesar Rp 1,64 triliun di 2011 turun dari laporan tahun sebelumnya. Royalti yang dibayarkan Freeport di 2011 memiliki proporsi sekitar 21% dari jumlah royalti 10 perusahaan terbesar yakni sebesar Rp 7,89 triliun naik 15% dari tahun sebelumnya.

Gambar 2. Komposisi Pembayar Royalti di Indonesia 2011

Peringkat kedua diduduki oleh perusahaan batubara terbesar yang dimiliki group PT Bumi Resources Tbk, yaitu PT Kaltim Prima Coal (KPC) yang membayar royalti sebanyak Rp 1,63 triliun atau 21% dari jumlah royalti 10 perusahaan terbesar. Royalti KPC di 2011 naik hampir Rp 200 miliar. Sedangkan tempat ketiga dimiliki oleh PT Adaro Indonesia yang merupakan perusahaan batubara kedua terbesar di Indonesia. Adaro membayar sebesar Rp 1,082 miliar untuk royalty atau sekitar 14% dari total royalty 10 perusahaan terbesar.  Angka royalti Adaro juga mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya. Kenaikan angka royalty disebabkan oleh kenaikan rata-rata harga komoditas minerba (Batubara dan Emas) pada tahun 2011. [Agung Budiono]