Laporan Pengawasan Operasi Industri Ekstraktif

Laman ini berisi informasi mengenai pemantauan dan pengawasan industri ekstraktif berupa laporan masyarakat, fitur untuk menyampaikan laporan serta artikel terkait                  

Kegiatan Reklamasi PT. AR Tidak Maksimal

Kegiatan Reklamasi PT. AR Tidak Maksimal

Sumber ilustrasi: mongabay.co.id 

Kawasan Beringin Atas merupakan kawasan yang dekat dengan aktivitas pertambangan yang dilakukan oleh PT. Agincourt Resources. Secara legalitas, Kementerian Kehutanan telah memberikan tiga (3) wilayah izin pinjam pakai kawasan hutan kepada PT. Agincourt Resources di tiga (3) wilayah yakni, wilayah Tapteng (berada di kawasan hutan lindung dan APL), Taput (berada di lahan yang berstatus APL), dan Tapanuli Selatan (berada di kawasan hutan yang berstatus kawasan hutan lindung dan APL) seperti peta yang dikeluarkan Kementerian Kehutanan pada tahun 2013.

Dari temuan JMT dan Walhi Sumatera Utara menunjukkan bahwa beberapa area yang telah dieksplorasi PT. Agincourt Resources dibairkan begitu saja tanpa ada reklamais kembali terhadap kawasan hutan yang terganggu. Aturan reklamasi juga tidak diikuti leh perusahaan ini. Fakta lapangan membuktikan dari hasil pengeboran (eksplorasi) tidak ada plank yang menyatakan bahwa kawasan ini telah dilakukan reklamasi. PT. AR tidak sungguh-sungguh dalam menjalankan kewajibannya pasca eksplorasi. Di tempat bekas eksplorasi memang diketemukan beberapa pohon yang ditanam. Tetapi ketika pohon itu dicabut oleh JMT dan Walhi Sumut, pohon tersebut hanya berupa pohon yang ditancapkan. Di samping itu, tidaka danya lahan yang dipergunakan untuk penyemaian bibit untuk kegiatan reklamasi dan reboisasi yang terdapat di Camp Ula Hala Hulu.

Sumber: Mengeruk Bumi, Menebar Korupsi, Koalisi Anti-Mafia Tambang Aceh, Riau, Sumatera Barat, Sumatera Utara, 2015