Laporan Pengawasan Operasi Industri Ekstraktif

Laman ini berisi informasi mengenai pemantauan dan pengawasan industri ekstraktif berupa laporan masyarakat, fitur untuk menyampaikan laporan serta artikel terkait                  

Ancaman Limbah Tailing Newmont dan Penambangan Pasir Laut Limbah Tailing

Ancaman Limbah Tailing Newmont dan Penambangan Pasir Laut Limbah Tailing

Sumber ilustrasi: mongabay.co.id 

Ketua kesatuan nelayan tradisional indonesia (KNTI NTB), Amin Abdullah menyatakan bahwa keberadaan aktivitas PT Newmont Nusa Tenggara telah menyebabkan pola tangkapan ikan di kawasan sekitar areal pembuangan limbah yang menimbulkan kerugian yang sangat besar bagi para nelayan. Hal itu dikarenakan areal tangkapan ikan semakin jauh akibat terkontaminasinya air laut oleh limbah tailing yang dibuang bebas dengan jumlah berkisar 110.000 ton per hari.

Limbah tailing tidak hanya merubah pola tangkap namun mematikan biota laut seperti plankton, sejenis mikro organisme laut yang menjadi sumber pakan ikan laut dan hewan laut lainnya hingga sangat berpengaruh bagi jumlah tangkapan ikan untuk nelayan diwilayah sekitar tambang dan Lombok Timur, khususnya nelayan Tanjung Luar Lombok Timur. Pendapatan nelayan Lombok Timur turun drastis menyangkut volume hasil tangkapan dan jangkauan wilayah penangkapan sehingga membebankan biaya produksi yang semakin tinggi. Selain itu, Selat Alas yang merupakan wilayah fishing ground terutama ikan cumi-cumi sudah tidak bisa diandalkan. Nelayan pun terpaksa menangkap sampai ke Sumba NTT. Limbah tailing juga membuat kawasan hutan bakau di kawasan Sumbawa dan Lombok Timur menjadi rusak akibat dari bahan kimia yang dikandung oleh tailing.

Sumber: Menggali Kehancuran di Sunda Kecil, Koalisi Masyarakat Sipil Anti-Korupsi Sumberdaya Alam NTT, 2015